Kodok baru dari Pulau Jawa

Kabar gembira kembali datang dari dunia Herpertologi Indonesia. Spesies kodok baru dari Genus Leptophryne kembali ditemukan di hutan Pulau Jawa. Hal ini tentu sangat menggembirakan mengingat hutan pulau jawa yang sudah sangat sempit. Penemuan ini di publikasikan oleh Amir Hamidy dan kawan-kawan dari LIPI di Jurnal Zootaxa pada tahun 2018.

Awalnya kodok yang ditemukan di Gunung Ciremai dan Gunung Slamet ini sempat diidentifikasi sebagai kodok merah (Leptophryne cruentata),  namun hasil analisa menggunakan mitochondrial DNA 16S menunjukan bahawa spesies yang di temukan di Gunung Slamet dan Gunung Ciremai ini berbeda dengan spesies kodok L. cruentata. L. cruentata sendiri saat ini hanya di temukan di gunung Gede-Pangrango.

 

L. javanica memiliki perbedaan dengan kerabat terdekatnya L. cruentata. L. javanica memiliki panjang tubuh (SVL) yang lebih pendek  (male 22.2–24.0 mm, female 29.6 mm) jika dibandingkan L. cruentata. Selain itu L. javanica memiliki bintil yang dominan kuning sedangkan L. cruentata memiliki bintil berwarna merah. Semoga kedepan semakin banyak penemuaan – penemuan baru dalam bidang-bidang yang lain di Indonesia, dan tentunya semoga dibarengi dengan usaha dalam perlindungan dan pelestariannya.

Translate »