Diskusi Konservasi Bersama Princeton University

By 0
20
Diskusi Konservasi Bersama Princeton University

BISA Indonesia hari ini dikunjungi oleh teman-teman istimewa yang ingin bersama-sama melakukan diskusi tentang konservasi dan mengetahui kegiatan-kegiatan konservasi apa yang sudah dilakukan di Indonesia. Teman-teman istimewa ini berasal dari seberang nan jauh disana, dari Princeton University (US). Teman-teman muda ini ke Indonesia untuk melaksanakan gap year bagi mahasiswa baru dari Princeton University di beberapa negara salah satunya Indonesia. Selama di Indonesia mereka belajar Bahasa Indonesia, tinggal di rumah keluarga Indonesia, dan magang di beberapa NGO di Jogja sesuai dengan yang mereka sukai.

Selama tinggal di Indonesia mereka juga belajar berbagai aspek tentang Indonesia dengan mendatangkan narasumber atau mendatangi tempat-tempat penting, proses ini dibagi menjadi beberapa tema yang berganti setiap bulannya. Mereka belajar tentang Development di Indonesia, gender dan seksualitas, Pemilu dan politik di Indonesia, Cultural survival dan tentunya hari ini mereka belajar konservasi dan lingkungan.

Diawali dengan perkenalan, kemudian Direktur Eksekutif BISA Indonesia (Asman Adi Purwanto) mengenalkan dan memaparkan apa itu BISA Indonesia serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Para peserta sangat tertarik dengan kegiatan-kegiatan lingkungan yang dilakukan BISA Indonesia khususnya kegiatan-kegiatan pendampingan masyarakat yang dilakukan di pesisir Banyuwangi. Kemudian dilanjutkan dengan sharing konservasi oleh founder BISA Indonesia (Ma’ruf Erawan) yang memberikan penjelasan secara detail namun dengan bahasa yang sederhana apa itu konservasi. Penekanan pada hal-hal yang mendasari konservasi menjadi bahasan utama pada diskusi ini, bahwasanya bumi adalah tempat tinggal manusia yang didalamnya saling terkait antara “alam, manusia, dan teknologi/ budaya”. Alam yang lestari, kesejahteraan manusia, dan teknologi serta budaya yang ramah lingkungan  ini harus bisa selaras agar bumi tidak semakin rusak. Diskusi diakhiri dengan ajakan untuk mulai mengenali lingkungan dari yang paling sederhana yaitu lingkungan disekitar kita dan mulai segera melakukan aksi untuk menjaga bumi dengan hal-hal sederhana yang kita bisa.

Dalam kegiatan ini direktur eksekutif BISA Indonesia juga memperkenalkan mitra NGO yang ada di Jogja dan sekitarnya seperti Kanopi Indonesia, COP, Indonesia Dragonfly Society, Yapeka, Wildlife Rescue Center (WRC) dan lain sebagainya. Pada bulan ini mereka akan merencanakan kunjungan ataupun diskusi dengan mitra BISA Indonesia tersebut. Semoga, niatan belajar luar biasa dari anak-anak muda ini menjadi inspirasi bagi kaum muda di Indonesia, bahwa kita harus lebih semangat untuk selalu belajar dan mengenal negara kita, dan tentunya semakin BANGGA MENJADI INDONESIA.