KABAR PARI KEKEH TERANCAM PUNAH

By 0
7

 

Indonesia merupakan salah satu dari banyak negara yang melakukan kegiatan penangkapan ikan pari dalam jumlah yang banyak. Indonesia merupakan salah satu yang negara eksportir pari terbesar ketiga di dunia setelah Negara China dan Thailand.  Produksi dalam negeri didominasi oleh produksi pari yang mencapai 60% , dimana Pari Kekeh masuk ke dalamnya (Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, 2016).

Pari Kekeh (Rhinidae) merupakan salah satu ikan dari kelas Chondrichthyes yang termasuk ke dalam kelompok ordo Rhinopristiformes, terdapat 5 spesies pari kekeh (Rhynchobatus australiae, Rhynchobatus springeri, Rhynchobatus laevis, Rhynchobatus palpebratus dan Rhina ancylostoma) habitatnya tersebar di hampir seluruh perairan Indonesia (Simeon et al., 2019). Berdasarkan P. 106/MNLHK/SETJEN/KUM.1/2018  tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, Pari Kekeh tergolong sebagai kelompok yang dilindungi negara sehingga perdagangan dari satwa ini dilarang pemerintah. Status konservasi dari empat jenis Pari Kekeh (Rhynchobatus australiae, Rhynchobatus springeri, Rhynchobatus laevis, dan Rhina ancylostoma) tergolong Kritis/Critically Endangered (CR) berdasarkan The International Union for Conservation of Nature (IUCN). Satu spesies lainnya yaitu Rhynchobatus palpebratus berada dalam kategori mendekati terancam/ near threatened (NT). Berdasarkan kategori ini dapat dilihat jika spesies ikan ini terancam punah secara global. Pari Kekeh juga masuk ke dalam Apendiks II CITES pada Agustus 2019 artinya perdagangannya antar negara harus dikelola untuk menjamin pemanfaatannya tidak mengancam kelestariannya (Rahman et al., 2017).

Di Indonesia jenis pari ini dimanfaatkan untuk konsumsi lokal dan sebagai komoditas ekspor (Muttaqin et al., 2018). Hampir seluruh bagian tubuh dari jenis ikan ini dimanfaatkan oleh masyarakat seperti sirip, daging, kulit, tulang bahkan isi perutnya. Bagian sirip dari pari kekeh merupakan komoditas untuk  ekspor  yang  memiliki  nilai  ekonomis  yang paling tinggi dibandingan dengan bagian tubuh lainnya maupun dibandingkan dengan pari  lainnya,  karena  sirip  jenis pari ini memiliki ukuran sirip yang paling besar dibanding sirip jenis pari lainnya (Muttaqin et al., 2018).

Indonesia sebagai produsen dan penangkap ikan pari yang tersebar di dunia, memiliki peranan penting dalam menjaga kelestarian pari di alam sebagai sumberdaya yang berkelanjutan. Pari Kekeh memegang peranan penting di area pesisir dan dangkal di habitat yang sesuai ukuran tubuhnya. Pari Kekeh ukuran kecil hidup di muara sungai, yang lebih besar di perairan yang lebih dalam. Kebiasaan pari ini suka bergerombol sesuai dengan ukurannya, atau usianya, ia menjadi apex predator di setiap lapisan pada piramida makanan. Semakin banyaknya kerusakan di wilayah pesisir dan kerentanan biologi, akan membuat ancaman keberadaan jenis-jenis pari kekeh semakin tinggi (Simeon et al., 2019). Tingginya tingkat penangkapan dan perdagangan ikan pari ini perlu menjadi perhatian khusus. Diperlukan usaha dan upaya yang lebih besar dari berbagai pihak untuk dapat mempertahankan populasinya di alam. Pendekatan kemasyarakatan dan pendekatan penegakan hukum harus dapat berjalan beriringan dalam menyelamatkan Pari Kekeh dari kepunahan.

Penulis: Affif/BISA Indonesia

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Your Name:*

Your Website

Your Comment